21 April 2011, pagi-pagi, Beliau udah ngetweet aja. Yah intinya Selamat Hari Kartini lah pokoknya. Banyakan positif. Tapi lama-lama, tweets-nya kok jadi mempertanyakan apa sebenarnya cita-cita Kartini?
Beliau mempertanyakan apa artinya gembar-gembor meminta kesetaraan gender bila di mal-mal ada tersedia Ladies Parking Area, para suami yang membawa tas istrinya, bila antri wanita banyak minta didahulukan, dan hal-hal semacam itu.

Saya sudah protes, tapi Dia, entah nggak baca atau bagaimana nggak respon balik jadi ya sudah. Saya menjelaskan di sini lah,
Saya ingin berpendapat bahwa KESETARAAN GENDER dan PERSAMAAN DERAJAT adalah BERBEDA.
Kesetaraan gender itu sampai kapanpun tidak akan pernah terjadi. Laki-laki dan perempuan tidak akan bisa setara. Masing-masing punya kodrat sendiri dari Tuhan. Dan apa yang dipertanyakan Beliau di atas tadi adalah hal-hal terkait kodrat. Kodratnya, secara singkat Adam memang lebih kuat daripada Hawa. Meskipun hal ini sudah, aaahhh sudah kuno sudah tidak berlaku lagi, namun kodrat dari Tuhan memang seperti itu. Paham?
Nah, yang selama ini kami perjuangkan adalah persamaan derajat kaum Pria dan Wanita. Bukan dalam hal-hal kodrati, namun dalam hal pendidikan, jabatan, kekuasaan. Seperti yang diperjuangkan R.A Kartini adalah hak wanita untuk bersekolah dan menentukan nasibnya sendiri.
Banyak Saya temukan para wanita dan perempuan 'perkasa' yang hidup sendiri dan bahagia. Dan komentar-komentar beberapa perempuan yang Saya temukan kebanyakan "Gue juga suka sebel sama cewek-cewek yang ngomong 'duluin gue dong! ladies first lah..' atau 'sana dikit dong Mas, saya kan cewek' dan yang kayak gitu-gitu ih manja abis..." ya memang. Kita ini perempuan perkasa. Tapi ingat, kita tetap butuh orang lain. Tujuan kita diciptakan Tuhan berbeda supaya kita saling melengkapi.
Bukan berarti Saya perempuan cengeng yang nggak bisa mandiri yang merasa dirinya lebih lemah dibanding laki-laki. Saya tebalkan, Saya bukan. Percayalah, kalau perlu buktikan sendiri.
Saya cuma berharap, cowok-cowok jangan ada yang seenaknya menelantarkan perempuan dan berlaku seenaknya di luar kodrat dengan backing "LU KAN MINTA EMANSIPASI. YA KONSEKUEN DONG...."
Juga cewek-cewek nggak usah sok perkasa bisa ini itu semuanya bisa dikerjain sendiri atas nama emansipasi "PERGI. GUE GAK BUTUH LO. UDAH EMANSIPASI NEH, GUE BISA SENDIRI"
Marilah kita hidup sesuai kodrat dalam derajat yang sama dengan segala perbedaan yang ada untuk saling melengkapi :'D
Hmmmm bagaimana menurut Kamu? Iya kan? Eh.......atau Saya yang salah? Tolong.....



